28 desember 2006
Thursday, December 28th, 20063 hari sesudah natal … dan aku meletakkan harapanku itu. untuk kemudian menguburnya dalam-dalam sehingga tak dapat kuingat lagi, meski masih harus kuhadapi realita dalam kehidupan bahwa dirinya masih akan ada dalam hari-hari hidupku.
kembali diri serasa hina kala mendengar apa yang terjadi. pikiran yang seharusnya tak kumiliki. untuk kesekian kalinya hal ini terjadi kembali, namun sekarang ku lebih kuat tuk hadapi semuanya itu. terlebih kisah tersebut terkuak bagiku. lebih baik hati ‘tuk terarah ke sesuatu yang lain, sehingga ku ‘tak kan menimbulkan prahara di kemudian hari.
jika ku menoleh kembali kepada kisah perjalanan hidupku sepanjang tahun ini, betapa t’lah kualami sesuatu yang lain dan ‘tak pernah terjadi sebelumnya. pelajaran ‘tuk menangis. hal-hal yang membawaku pada tahapan terendah di dalam hidupku. namun, dalam semuanya itu kulihat justru kasih Tuhan melimpah dalam hidupku. pergumulan dan persekutuan pribadi yang justru lebih erat dari masa-masa sebelum ini di mana justru tak kutemui hal-hal baru tersebut.
kututup tahun ini dengan sebuah penguburan akan perasaan yang sebaiknya sesegera mungkin kukubur dalam-dalam, sehingga mampu ku ‘tuk melangkah di tahun yang akan datang dengan semangat yang baru.
-v-