Archive for November, 2006

4. masa depan

Thursday, November 9th, 2006

Ola …. renungan yang mau aku tulis ini bukan berkenaan dengan Hari Pahlawan yang diperingati hari ini, Jumat, 10 November 2006 di Indonesia … kebetulan aja tanggal aku membawakan renungan ini bertepatan dengan peringatan hari Pahlawan tersebut …

ok … sekarang mari kita masuk ke dalam apa yang ingin aku bicarakan kali ini ….

kali ini aku ingin berbicara mengenai bagaimana anak-anak muda seharusnya menyikapi masa depan mereka ….

dalam usia-usia muda ini, anak-anak muda seringkali dihadapkan pada banyak pilihan mulai dari pilihan mengenai kelanjutan pendidikan mereka, awal dari karir mereka, pilihan mengenai pasangan hidup mereka … well, apapun yang itu, anak-anak muda (adolescent) adalah sekumpulan manusia yang sering kali membutuhkan banyak bimbingan dan saran sehingga mereka dapat membangun satu rencana yang baik untuk masa depan mereka …

nah .. kali ini mari kita melihat hal tersebut dari apa yang dibicarakan di dalam Alkitab … mari kita mulai dari Yakobus 4:13-15 … Di dalam penggalan perikop ini, kita bisa melihat apa yang Yakobus sarankan pada mereka yang tengah membangun rencana di dalam kehidupan mereka. Satu hal yang paling penting adalah kita harus secara sadar menyerahkan hal tersebut ke dalam tangan Tuhan dan membiarkan Tuhan yang memutuskan apakah yang terbaik untuk kita.

mengapa demikian? karena kita semua yang hidup di dalam kasih karunia Bapa, adalah sekumpulan manusia yang hidup di bawah rencanaNya yang adalah rancangan damai sejahtera, seperti apa yang tertulis di Yeremia 29:11. Seperti pada waktu itu Tuhan Allah berbicara kepada bangsa yang Ia pilih, bangsa Israel, demikian juga Ia berbicara pada anak-anakNya di masa sekarang ini. Dia adalah Tuhan yang mengetahui rancangan yang baik, rancangan damai sejahtera bagi anak-anakNya dan Dia sendiri sudah menjanjikan bahwa rancangan itu bukanlah rancangan kecelakaan, tapi rancangan yang penuh harapan.

walaupun terdengar teoritis dan sederhana, dengan sedikit demi sedikit mulai menyerahkan kehidupan kita pada tangan Bapa di surga, maka kita sebenarnya telah mulai melaksanakan apa yang ditulis oleh Yakobus dalam Yakobus 2:14. Seperti yang dibicarakan dalam thread ini, di situ kita dapat membaca bahwa apa yang dimaksud Yakobus dalam ayat tersebut adalah kita, anak-anak Bapa di surga, secara sadar menjalankan apa yang kita percayai (atau dengan kata lain, apa yang kita imani) di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dengan pelan-pelan mulai menyerahkan masa depan kita kepada tangan Tuhan, berarti kita secara perlahan juga mulai melakukan apa yang kita imani, yaitu rancangan Bapa yang sempurna seperti dibicarakan di Yeremia 29:11 di atas. Satu awal yang bagus, terutama bagi anak-anak muda yang pada umumnya kalah dalam hal pengalaman dibandingkan orang-orang yang lebih tua.

ok … sekarang kita tahu bahwa rancangan Bapa itu sempurna dan kita juga tahu bahwa Dia adalah Bapa yang senantiasa mencukupkan kebutuhan anak-anakNya (Matius 6:25-34). Kita tahu bahwa dengan menyerahkan rancangan kehidupan kita kepadaNya itu berarti kita mulai melakukan apa yang dimaksudkan oleh Yakobus dalam Yakobus 2:14. Ok … sekarang semuanya tampak okay dan kita bisa melalui hidup ini dengan nyaman … ooppsss … ada satu pesan penting yang jangan sampai kita lupa, yaitu untuk memenuhi apa yang sudah Tuhan rencanakan tersebut, kita juga harus bekerja. Seperti Salomo menulis di Amsal 6:4-12. Perikop tersebut menunjukkan, bahwa dalam hidup ini kita juga harus tetap bekerja … bahkan bekerja keras seperti semut yang mengumpulkan persediaan makanannya. Ada sebuah artikel yang dimuat di Yahoo beberapa waktu lalu di halaman ini, di situ disimpulkan bahwa kunci untuk mencapai sebuah kesuksesan adalah kemauan untuk bekerja keras sehingga dapat mencapai yang terbaik dalam kehidupan ini. Jadi, tidaklah heran kalau Salomo sebelum ini juga sudah menekankan mengenai pentingnya kemauan untuk bekerja keras dalam hidup ini …

okay … kerja keras kita tahu … dikombinasikan dengan penyerahan diri kepada Tuhan .. ummm .. satu kombinasi yang seharusnya menjadi satu perpaduan yang luar biasa … kenapa? karena hal yang tertulis di Amsal 2:6-12 ini. Kalau kita baca apa yang ditulis oleh Salomo di dalam perikop tersebut (dan lebih lanjut dalam kitab Amsal ini), maka kita akan dapat menemukan begitu banyak tips-tips praktis untuk menghadapi berbagai macam permasalahan di dalam dunia ini.

untuk mengakhir renungan ini … mari kita bersama-sama berpaling kepada satu contoh mengenai anak muda di Perjanjian Baru yang sudah kita ketahui bersama, Timotius. Dalam suratnya yang pertama kepada Timotius, Paulus menulis, "Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu,
dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu."
(1 Timotius 4:12). Saya percaya, bahwa dengan belajar dari hikmat yang dituliskan oleh Salomo dalam kitab Amsal dan Pengkotbah, dipadukan dengan hal yang terpenting yaitu, penyerahan diri kepada Bapa di surga, maka anak-anak muda dapat menjadi contoh bagi orang-orang di sekelilingnya, bahkan mungkin bagi mereka yang sudah tergolong tua dan berpengalaman dalam hal rohani. Karena itu, mari kita anak-anak muda, membuka hati dan pikiran kita, sehingga kita dapat menjadi contoh bagi mereka di sekeliling kita, bahkan mungkin bagi mereka yang lebih senior/tua daripada kita masing-masing, dan memiliki masa depan yang berhasil di dalam Tuhan.

Diemen, 10 November 2006
vion